Ujang Komarudin: Wajar, Pemimpin Tangguh Akan Pertahankan Hasil Kerjanya

Foto: Ist

RM.id  Rakyat Merdeka – Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin menegaskan, sebagai Menteri BUMN, wajar jika Erick Thohir bereaksi saat hasil kerjanya diperdebatkan.

Menurut Ujang, pemimpin yang tangguh adalah yang selalu pasang badan mempertahankan legacy-nya.

Terlebih lagi, kata Ujang, yang dipertahankan Erick Thohir adalah hasil kerjanya selama menjalankan tugas sebagai pembantu Presiden.

“Hampir 5 tahun Erick memimpin BUMN dan itu tidaklah mudah, mengelola mega korporasi yang sekarang sudah berkontribusi kepada negara melalui dividen sekitar Rp 82 triliun, terbesar sepanjang sejarah,” ujar Ujang saat dihubungi, di Jakarta, Rabu (7/22024).

Belum lagi, kata Ujang, Erick juga telah melakukan penyelamatan BUMN yang merugi.

BUMN itu pun merupakan warisan masa lalu, mulai dari Maskapai Garuda Indonesia, Krakatau Steel, PT Perkebunan Nusantara (PTPN), hingga Pupuk.

Erick juga, memimpin penyelesaian proyek-proyek strategis BUMN yang ‘mangkrak’ akibat kesalahan perencanaan dan pengelolaan proyek yang keliru.

“Erick tidak pernah menyalahkan kebijakan masa lalu, tetapi Erick lebih memilih ambil inisiatif problem solving dan tuntas,” tutur Ujang.

Dia menambahkan, sebagai orang yang sudah membangun hasil karya di BUMN, lalu “diserang” lewat sebuah statement dalam sebuah forum paslon capres-cawapres, wajar kiranya jika (Erick) bereaksi.

Ujang menyayangkan perdebatannya malah menjauh dari substansi yang paling penting, yaitu menyehatkan BUMN agar semakin kuat.

Yang terjadi, kata Ujang, justru terjadi serangan kepada Erick menggunakan narasi yang jauh dari substansi terpentingnya.

“Ada apa timses dan Gus Imin terlalu reaktif menyerang Erick? Mengapa paslon tidak fokus kepada content – nya saja, yaitu bagaimana membuat laba BUMN naik 2-3 kali lipat dari sekarang dan bagaimana kontribusi BUMN lebih kuat lagi untuk rakyat,” tutur Ujang.

Dia mengapresiasi lahirnya Peraturan Menteri BUMN Nomor 05 tahun 2022 Tentang Penerapan Manajemen Risiko oleh BUMN.

Aturan inilah yang membuat mitra binaan UMKM naik kelas, hingga diatas 7 persen per tahun. Hal itu jelas merupakan kontribusi langsung yang tidak terbantahkan.

“Nah silahkan AMIN, jika punya ide program lebih baik lagi. Jadi marilah kita fokus kepada program cerdas dan strategi korporasi daripada sekadar memainkan isu politik dan saling menyerang pepesan kosong,” tegas Ujang.

“Saya yakin Erick bukan orang yang suka memainkan berita hoax. Tetapi ini murni karena Erick sangat peduli korporasi yang dia kelola agar jangan sampai mengubah hal fundamental yang merusak ekosistem keberlanjutan korporasi, untuk menciptakan korporasi BUMN kelas dunia,” pungkas Ujang.https://akuitwet.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*