Dubes RI Untuk Oman, Irzan Djohan Sambut KRI Frans Kaisiepo-368 Di Port Salalah

Dubes Mohamad Irzan Djohan (duduk) melihat ruang kendali KRI Frans Kaiseipo-368 yang merapat di Port of Salalah, Oman, Jumat (19/1/2024). (Foto: KBRI Muscat)
Dubes Mohamad Irzan Djohan (duduk) melihat ruang kendali KRI Frans Kaiseipo-368 yang merapat di Port of Salalah, Oman, Jumat (19/1/2024). (Foto: KBRI Muscat)

RM.id  Rakyat Merdeka – Usai berlayar selama lima hari dari Jeddah, Arab Saudi dan melewati perairan Laut Merah, Bab El Mandeb, dan Teluk Aden yang tengah memanas, KRI Frans Kaisiepo-368 singgah di Port of Salalah, Oman, Jumat (19/01/2024).

Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Oman, Mohamad Irzan Djohan menyambut kedatangan KRI Frans Kaisiepo-368, didampingi Atase Laut Indonesia di Riyadh, Kolonel Laut Dudy Hilmansyah serta perwakilan staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Muscat.

Dalam kesempatan tersebut, Dubes Irzan menerima laporan komando Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Maritime Task Force (MTF) TNI Konga XXVIII-N, Letkol Laut John David Nalasakti Sondakh tentang berbagai kegiatan dan capaian selama menjalankan misi, sesuai mandat Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

“Bertugas setahun jauh dari Tanah Air tidaklah mudah. Saya terharu dan sangat bangga dengan yang sudah dilakukan KRI Frans Kaisiepo. Tidak hanya mengharumkan nama Indonesia, tapi juga berkontribusi nyata dalam menjaga perdamaian dunia,” puji Dubes Irzan, saat disambut kru kapal ke atas KRI Frans Kaisiepo-368.

Dia juga berkesempatan melakukan ship tour, foto bersama, dan menyampaikan apresiasi kepada seluruh prajurit.

Selama singgah, selain mengisi bekal, prajurit Satgas berkesempatan mengikuti field study untuk mengenal budaya dan napak tilas sejarah Negara Oman.

Sebagai informasi, KRI Frans Kaisiepo-368 melaksanakan Peran Jaga Perang saat melin tasi perairan Laut Merah, Selat Bab El Mandeb dan Teluk Aden pada 16-19 Januari 2024, dalam pelayaran menuju Tanah Air, usai menjalankan misi perdamaian dunia di bawah bendera PBB.

Diketahui, perairan Laut Merah, Bab El Mandeb dan Teluk Aden menjadi Area of Interest dengan kondisi keamanan yang belum kondusif, menyusul serangan terhadap beberapa kapal niaga yang melintas oleh Ke lompok Houthi dari Yaman dan eksistensi perompak dari Somalia.

Peran KRI Frans Kaisiepo-368 melakukan pengawalan sensor, senjata, serta komando kendali yang modern dan terintegrasi dengan tingkat kewaspadaan dan kesiapsiagaan yang tinggi. Sniper dan senjata ringan juga disiagakan di beberapa titik.

KRI juga aktif menjalin komunikasi dengan kapal perang asing, yang tergabung dalam CTF 151 (Counter Piracy) dan CTF 153 (Security Cooperation in Red Sea and Gulf of Aden), pesawat udara militer yang melintas pada kolom udara di atasnya. Serta kapal-kapal niaga, terutama yang berbendera Indonesia dalam rangka sharing informasi dan update situasi terkini.https://akuitwet.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*